Pengenalan aplikasi pengolah citra vektor

Pengenalan aplikasi pengolah citra vektor

Pelbagai karya seni dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari , misalnya website, blog, kartu nama, kartu undangan, liflet, brosur, seni fotografi. Banyak pengguna komputer yang menciptakan sebuah website dengan desain grafis yang paling menarik untuk ditampilkan. Karya-karya tersebut dapat dibuat sendiri dengan menggunakan perangkat lunak grafis. Karena itu banyak bermunculan program-program aplikasi pembuat grafis yang mudah dipelajari dengan fitur-fitur yang canggih dan mudah dioperasikan. 

Program aplikasi pembuat grafis berkembang sangat cepat sejak diperkenalkannya sistem GUI (Graphical User Interface). GUI mudah untuk dipelajari karena menggunakan ikon atau toolbox secara visual sebagai pengganti menu atau perintah yang berbasis command line (teks). 

Citra vektor dapat diolah dalam format 2 dimensi maupun 3 dimensi. Aplikasi pengolah citra vektor 2 dimensi di antara lain corel draw, adobe ilustrator, freehand, macromedia flash, Xara Extreme. Sedangkan aplikasi citra vektor yang diolah dalam format 3 dimensi diantaranya Maya 3D, Strata 3D CX, Ulead COOL 3D, Swift 3D, AutoCad, 3D Home Architect, google sketchup dan lain sebagainya.

Perbandingan Citra Vektor dengan Bitmap

Perbandingan Citra Vektor dengan Bitmap

Untuk perbedaan citra vektor dan bitmap dapat dituliskan dalam bentuk tabel berikut :

Keterangan                                                      Citra Vektor
1. Besar ukuran File                                 Relatif lebih kecil dibanding citra bitmap
2. Teknik penyajian gambar                     Berdasarkan persamaan matematis
3. Ketajaman gambar ketika diperbesar Tetap
4. Ukuran file                                        Tidak dipengaruhi besarnya gambar
5. Detail warna dan gambar                   Tidak mampu menampilkan gambar secara detail dan kompleks
6. Resolution                                            Resolution independent

                                                                               Citra Bitmap
                                                                         Relatif lebih besar dibanding citra vektor
                                                                        Berdasarkan pixel
                                                                        Semakin diperbesar gambar akan terlihat kabur
                                                                        Tergantung besar gambar dan resolusi
                                                                        Mampu menampilkan gambar secara detail dan kompleks
                                                                        Resolution dependent



Kelebihan dan Kekurangan Citra Vector

Kelebihan dan Kekurangan Citra Vector


KELEBIHAN

  1. Ukuran file relatif kecil
  2. Ketajaman gambar tidak akan berubah meskipun diperbesar sampai berapapun
  3. Ruang penyimpanan untuk objek gambar lebih efisien
  4. Dapat dicetak pada resolusi tertingi pada printer 


KEKURANGAN

  1. Tidak mampu menampilkan gambar secara detail dan kompleks.  
  2. Pemberian warna kurang detail
  3. Kurang realistik


Ciri – Ciri Citra Vektor

Ciri – Ciri Citra Vektor

Citra Vektor terdiri dari penggabungan koordinat-koordinat titik yang dibuat dalam persamaan matematika menjadi garis atau kurva untuk kemudian menjadi sebuah objek.
Adapun ciri – ciri dari citra vektor adalah sebagai berikut :

o Citra vektor terdiri susun dari persamaan matematika
Grafik dengan type Vektor merupakan gambar yang dibentuk oleh objek berupa garis dan kurva.

o Citra vektor tidak terlihat pecah saat diperbesar

o Kualitas hasil gambar dari type vektor tidak tergantung pada resolusi gambar.

o Ukuran file gambar relatif kecil

o Dalam penyimpanan file, type Vektor hanya memerlukan ruang penyimpan yang relative kecil

o Ukuran file gambar tidak tergantung pada resolusi komputer

o Teknik pewarnaan gradasi membutuhkankemampuan yang lebih agar menghasilkan gambar yang realistis.

Pengertian Citra Vektor

Pengertian Citra Vektor


Citra vektor adalah gambar yang dibuat dari unsur garis dan kurva yang disebut vektor. Kumpulan dari beberapa garis dan kurva ini akan membentuk suatu obyek atau gambar.

Citra vektor/gambar vektor merupakan gambar digital yang berdasarkan persamaan matematis. Gambar Vektor terdiri dari penggabungan koordinat-koordinat titik menjadi garis atau kurva untuk kemudian menjadi sebuah objek, sehingga gambar tidak menjadi pecah walaupun diperbesar atau diperkecil. 

Citra vektor merepresentasikan gambarnya tidak dengan menggunakan pixel, melaikan dengan kurva dan garis yang didefinisikan dalam persamaan matematis. Persamaan matematis tersebut disebut dengan vektor. Sebagai contoh menggambar segitiga maka didefinisikan persamaan matematis dari segitiga sehingga membentuk garis pembatas segitiga didalam garis pembatas tersebut diberi warna sehingga terbentuklah bidang segitiga.

unsur-unsur estetika

unsur-unsur dari estetika ada tiga yaitu :

1. Wujud/rupa (appereance)
Menyangkut bentuk (unsur yang mendasar) dan susunan atau struktur.

2. Bobot/isi (content/substance)
Menyangkut apa yang dilihat dan dirasakan sebagai makna dari wujud, seperti suasana (mood), gagasan (idea) dan ibarat/pesan.

3. Penampilan/penyajian (presentation)
Menyangkut cara penyajian karya kepada pemerhati atau penikmat. Penampilan sangat dipengaruhi oleh bakat (talent), keterampilan (skill), dan sarana/media (medium).

Mengapa perlu mengenal estetika ?

Mengapa perlu mengenal estetika ?

1. Pertama, karena karya-karya seni dan desain yang alami maupun yang buatan begitu berharga sehingga dipelajari ciri-ciri khasnya demi karya seni dan desain itu sendiri

2. Kedua, ia mesti berpendapat bahwa pengalaman estetika (pengalaman mengenai karya seni dan desain) itu begitu berharga baik untuk kelompoknya maupun masingmasing anggotanya sehingga karya seni dan desain itu mesti dipelajari

3. Ketiga, mungkin dikira bahwa pengalaman ini begitu bernilai pada dirinya sendiri sehingga membutuhkan pengujian dan penelitian mengenai kualitaskualitas karya seni dan desain itu

Pembagian menikmati keindahan 2

Secara psikologis rentetan peristiwa dalam proses menikmati keindahan dibagi dalam beberapa bagian :

4. Emosi, tidak hanya menyangkut perasaan marah, kecewa, panic, jengkel, kesal yang tidak terkendali, namun juga perasaan gembira dan antusias.

5. Interpretasi, menyangkut aktivitas daya pikir akibat impresi masuk ke dalam wilayah kesadaran. Interpretasi adalah fungsi aktif intelektual manusia yang jika bertemu ditambah emosi sehingga menghasilkan apa yang disebut dipersepsi.

6. Apresiasi, merenungkan pengertian atau apa yang telah diinterpretasikan, menimbang dengan fakta-fakta lain, mempertimbangkan kebenaran sampai dimana maknanya adalah fungsi intelek berganda yang dirumuskan dengan kata apresiasi.

7. Evaluasi, adalah renungan dan rumusan yang ingin disampaikan kepada orang lain, baik secara lisan maupun tertulis (A.M. Djelantik, 1999).