Istilah
spasi sering digunakan dalam pekerjaan pengetikan naskah yang berarti interval
antarelemen tipografi yang mencakup jarak antarhuruf (kerning), jarak antarkata (word spacing) dan jarak antarbaris (leading).
Tiga
dasar sistem pengukuran dalam tipografi adalahpoint (biasa disingkat dengan pt),pica (dibaca : paika), dan unit.
Point digunakan untuk mengukur tinggi
huruf, sedangkan pica digunakan untuk
mengukur panjang baris.
Pengukuran dari lebar per satuan huruf serta jarak
antar huruf dihitung dengan satuan unit.
Perhitungan unit hanya digunakan dalam proses yang menggunakan teknologi phototypesetting dan digital composition teknologi yang
digunakan untuk pengetikan dan pencetakan huruf agar dapat mendapatkan hasil
cetak yang tajam dan presisi.
Ukuran
huruf umumnya berkisar antara 4 sampai dengan 72 point.
Di atas 12 point biasanya digunakan untuk display
atau judul, sedang di bawah ukuran itu digunakan untuk teks.
Pengelompokan huruf Apabila ditinjau dari sudut geometri, maka garis dasar yang
mendominasi struktur huruf dalam alphabet dapat dibagi menjadi 4 kelompok
besar, yaitu :
Setiap bentuk huruf dalam sebuah alphabet memiliki keunikan
fisik yang menyebabkan mata dapat membedakan antara huruf ‘m’, dengan ‘p’ atau
‘C’ dengan ‘Q’. Keunikan ini disebabkan oleh cara mata melihat korelasi antara
komponen visual yang satu dengan yang lain.
Salah satu hukum dari teori Gestalt membuktikan bahwa untuk
mengenal atau membaca sebuah gambar diperlukan adanya kontras antara ruang
positif yang disebut dengan figure dan ruang negatif yang disebut dengan
ground.
Langkah awal untuk mempelajari tipografi adalah mengenali
atau memahami anatomi huruf. Seperti halnya tubuh manusia, huruf memiliki
berbagai organ yang berbeda. Gabungan seluruh komponen dari suatu huruf
merupakan identifikasi visual yang dapat membedakan antara huruf yang satu
dengan yang lain. Apabila telah memahami anatomi huruf secara baik, dengan
mudah dapat mengenal sifat dan karakteristik dari setiap jenis huruf.
Tahun 1984 Adobe Systems merilis
PostScript Font dan di tahun 1991 Apple Computer dan Microsoft Corporation
mengeluarkan TrueType Font. PostScript Font dan TrueType Font adalah huruf
elektronik atau sering disebut font.
Hadirnya
beragam jenis personal komputer dan perangkat lunak yang semakin canggih, serta
meningkatnya apresiasi para perancang grafis dan masyarakat umum, merupakan
penyebab tejadinya lonjakan kebutuhan terhadap huruf digital. Hanya dengan
sebuah personal komputer perancang huruf
(type designer ) dapat merancang berbagai macam jenis huruf baru dengan
waktu yang lebih singkat.
Tahun 1886 Ottmarr Mergenthaler,
dari Jerman menemukan mesin typecasting yang cara kerjanya adalah dengan cara
memasangkan sejumlah huruf yang disusun per baris (linecasting). Mesin ini
disebut Lynotype.
Generasi selanjutnya dari
teknologi typecasting adalah phototypesetting yang menggunakan proses film
sebelum naskah ditransfer ke lempeng cetakan. Mesin ini dibuat oleh Herman
Freud tahun 1946 di Jerman. Perkembangan selanjutnya teknik pra-cetak analog
yang menggunakan lempengan (plate) sedikit demi sedikit mulai tergeser oleh
teknik pra-cetak digital (digital pre-press). Perambahan teknologi digital
dalam dunia tipografi dimulai pada tahun 1973 oleh perusahaan bernama IKARUS.
Teknologi ini berfungsi untuk membuat huruf digital sehingga dapat digunakan
dalam sistem komputer. Setiap huruf disimpan dalam data elektronik dengan
berbagai perintah yang dapat mengaktifkan komputer dalam kalkulasi setiap garis ataupun ruang
dalam huruf.